Bulan

Suatu malam, aku bertemu kawan lamaku di satu restoran di kota ini.  Tidak ada perubahan yang terlihat pada dirinya, seakan waktu tidak berlaku untuknya. Sudah sekitar 10 menit berlalu, namun belum ada sepatah kata pun yang terdengar diantara kami.

Lalu aku memberanikan diri untuk bertanya padanya "Sudah sekitar 10 bulan sejak malam itu, dan aku sama sekali tidak mendengar kabar tentangmu. Aku penasaran bagaimana cerita setelahnya".

"Mungkin kamu berpikir demikian, tapi realitanya tidak. Bahkan sampai detik ini pun aku sama sekali tidak berubah dan rasanya waktu akan sulit bergerak untuk ini".

"Aku tak mengerti, semuanya tampak tidak menjelaskan apa yang sebenarnya ingin aku dengar darimu".

"Ketahuilah, Jack. Aku begitu terobsesi dan percaya pada pemahaman ini. Hati manusia memiliki 4 ruang berbeda. Bagian pertama adalah apa yang bisa kau lihat, seperti ekspresi seseorang yang seringkali kau jumpai di setiap sudut kota, ini merupakan respon dari hati yang umum kita ketahui. Lalu yang kedua adalah isi hati, yaitu apa yang hanya kau ketahui ketika seseorang memberitahu tentang dirinya sendiri kepadamu".

"Yang ketiga adalah bagian antara hati dan batin, suatu momen dimana manusia berbicara dalam kesendirian. Bagian yang indah untukmu ketika kau biasa seharian merenung seorang diri"

"Bagian terakhir adalah kehampaan. Dimana hati manusia memiliki ruang kosong yang seringkali dipertanyakan orang-orang.  Ia teramat sepi bahkan disebut sendirian pun tidak. Jangan mencoba untuk mengerti, tak ada yang bisa, dan ini berlaku juga untuk dirimu".

Aku hanya tertunduk menatap satu-satunya gelas di meja ini. Berharap ada seseorang yang mengerti.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

melakukan load balancing dengan Nginx

In Love

Intro