Posts

Sebuah cerita tentang perkuliahan

Memulai hidup sebagai mahasiswa tingkat 1 memang ga semulus yang dibayangkan, contohnya ketika ada salah satu dosen yang hobi ngasih tugas makalah. Sebenernya ga ada yang salah dengan tugas makalah,  karena mata kuliah lain di tingkat 1 yang ada hubunganya sama programming & matematika ga ada tugas makalah . NAMUN, (perlu digarisbawahi jadinya  namun )  gimana jadinya ketika makalah tersebut dikerjakan berkelompok dan materi di dalamnya adalah  materi yang dikumpulkan dari semua pembahasan yang dibuat setiap mahasiswa di kelas . Dan naasnya saat itu gua yang dapet tugas nyatuin semuanya sama ngeprint + jilid (kalo ini sih emang udah kebijakan di kelompok gua). Sebagai mahasiswa yang deadliner, sebelum tidur gua sudah berencana untuk ngeprint 1  jam sebelum kelas dimulai baru abis itu ngacir ke kampus dan langsung ke ruang kelas yang ada di 2307. Sekitar pukul 6.55 gua berangkat ke kampus sambil ngeliat kiri kanan (siapa tau ada tempat ngeprint yang udah...

Tentang bunga itu

serpihan bunga putih terlepas dari tangkainya putih seperti butiran awan angin meniup tiap helai yang ada padanya waktu demi waktu ia akan melihat seluruh kota tiap sudut kehidupan kata orang ia lemah dan rapuh namun tidak tahu siapa dia mendung tidak membuatnya berhenti dan hujan tidak membuatnya mati bunga yang kala itu datang hanya menunggu waktunya pergi suatu saat ketika angin tidak bersamanya lagi ia tak akan pernah kembali

Gita

apa yang terlintas di kepalaku kamu, bukan itu pernahkah kita bertemu? di dalam mimpi, angan, atau khayalan kita baru saja saling kenal namun senyum itu adalah hal yang paling tidak bisa kucegah sebuah lengkungan tipis bernaung di wajahmu itulah busur hati perempuan aku mahasiswa bodoh tak pernah belajar dari masa lalu jaket kuning itu, bukan berarti aku pandai menyatakan perasaan . apalagi jika itu kamu kamu masih milik seseorang meski sangat jauh dari Ibukota kadang aku merasa beruntung sekali bisa melihatmu sebagai teman kamu senada gita juga angan semata

Pergi

seperti apa rasanya aku yang hanya bisa diam memikirkan semua angan bodohku entah sampai kapan aku berharap untuk bisa terus memandangimu lebih dalam lagi walau hanya sekedar mengisi bilik hatiku yang aku sendiri tak tahu aku hanyalah sosok yang merindukanmu sepulang senja tanpa berharap lebih dari sekedar ke"ada"anmu aku hanya bisa berisyarat mengiyakan kepergianmu dengan senyum tipis meski sesungguhnya aku resah dan ingin berucap "Selamat jalan"

In Love

pernah ada seorang perempuan di hadapannya sebuah jendela kaca tampak berembun dan begitu dingin ia merasakan hawa yang menusuk di tangannya seolah menembus rindu yang amat pekat dalam sebuah penantian haruskah ia menunggu atau melepas angan yang semu tanpa sebuah kepastian rindu bukan hanya miliknya semata melainkan juga milik seorang pemuda yang begitu mencintai dirinya . lalu sebaris salam hangat terucapkan awal dari suatu perjumpaan mereka tersenyum dalam diam sementara hati tak kuasa memendam . rindu terasa berat bagi sang pujaan hati waktupun tak sabar membunyikan irama fajar usai sudah ku menunggu datangnya mentari sepintas senyum hangat terlihat begitu dekat hingga akhirnya cinta tak lagi sibuk memikirkan kata-kata cinta adalah ungkapan dari terjatuh yang teramat dalam . sang putri terdiam, dirinya terikat dengan kenangan namun hatinya meluruh dalam sebuah dekapan serpihan cerita masa lalu perlahan pudar bagai mengalir bersama rintik hujan keduanya ...

Bulan

Suatu malam, aku bertemu kawan lamaku di satu restoran di kota ini.  Tidak ada perubahan yang terlihat pada dirinya, seakan waktu tidak berlaku untuknya. Sudah sekitar 10 menit berlalu, namun belum ada sepatah kata pun yang terdengar diantara kami. Lalu aku memberanikan diri untuk bertanya padanya "Sudah sekitar 10 bulan sejak malam itu, dan aku sama sekali tidak mendengar kabar tentangmu. Aku penasaran bagaimana cerita setelahnya". "Mungkin kamu berpikir demikian, tapi realitanya tidak. Bahkan sampai detik ini pun aku sama sekali tidak berubah dan rasanya waktu akan sulit bergerak untuk ini". "Aku tak mengerti, semuanya tampak tidak menjelaskan apa yang sebenarnya ingin aku dengar darimu". "Ketahuilah, Jack. Aku begitu terobsesi dan percaya pada pemahaman ini. Hati manusia memiliki 4 ruang berbeda. Bagian pertama adalah apa yang bisa kau lihat, seperti ekspresi seseorang yang seringkali kau jumpai di setiap sudut kota, ini merupakan ...

Sahabat dan teman dekat

Setiap orang tentunya bebas dalam memilih teman. Ada saat dimana hubungan pertemanan ini menuju ke jenjang yang lebih dekat. Orang biasanya menyebutnya dengan istilah 'sahabat' atau 'teman dekat'. Kadang ada juga di antara kita yang gak mempermasalahkan soal status teman-nya itu sebagai sahabat atau teman dekat, yang penting komunikasi mereka jalan, aktivitas bareng, seneng-seneng, dan lain sebagainya. Tapi pernah kepikiran ngga? Apakah sahabat dan teman dekat itu sama? Apakah sahabat pasti adalah teman dekat kita,  terus bedanya dimana? Oke sebelum lanjut kesitu, ijinkan gua sedikit bercerita. Hal yang wajar dilakukan orang saat berada di lingkungan baru adalah mencari teman, dan ini juga berlaku buat gua. Ketika awal  berada di SMA meskipun ada beberapa kenalan dari SMP, gua berkenalan dengan 2 orang teman baru yang masing-masing dari sekolah berbeda. Awal-awal gua kenal mereka, baru sekedar nanyain alamat, hobi, dari asal sekolah dll. Tapi siapa sangka kedua t...